وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِينَ اعْتَدَوْا مِنْكُمْ فِي السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ
Sungguh, kalian benar-benar telah mengetahui orang-orang yang melakukan pelanggaran di antara kalian pada hari Sabat, lalu Kami katakan kepada mereka, “Jadilah kalian kera yang hina!”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِينَ اعْتَدَوْا مِنْكُمْ فِي السَّبْتِwa-la-qad alimtumu lladziina tadaw minkum fii s-sabtidan sungguh kalian telah mengetahui orang-orang yang melanggar di antara kalian pada hari Sabat
- فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَfa-qulnaa lahum kuunuu qiradatan khaasi'iinalalu Kami berfirman kepada mereka, jadilah kalian kera yang hina
Penjelasan pilihan kata
"Dan sungguh kalian telah mengetahui orang-orang yang melanggar di antara kalian pada hari Sabat", Sabat (as-sabt) adalah hari yang dikhususkan untuk beribadah, dan Bani Israil dilarang bekerja padanya. Tapi mereka MELANGGAR.
"Lalu Kami berfirman kepada mereka, Jadilah kalian kera yang hina", hukuman yang mengubah mereka secara FISIK menjadi kera, simbol dari perilaku mereka yang SUDAH seperti kera: meniru tanpa memahami. Ini adalah contoh ekstrem dari hukuman ilahi yang SETIMPAL dengan dosanya: mereka bertingkah seperti binatang (melanggar tanpa berpikir), maka mereka DIJADIKAN binatang..
Tafsiran
Ayat ini singkat tapi mengerikan: manusia diubah menjadi kera. Ini adalah salah satu hukuman paling keras dalam Al-Quran, dan ia terjadi karena pelanggaran yang tampaknya kecil: bekerja di hari Sabat. Tapi di balik pelanggaran kecil itu ada sikap yang besar: MENGANGGAP REMEH perintah Allah. Mereka tidak membunuh, tidak menyembah berhala, mereka hanya MENCARI IKAN di hari yang dilarang. Tapi justru karena pelanggarannya tampak kecil, mereka menganggapnya tidak serius. Dan di situlah letak masalahnya: meremehkan yang kecil adalah LANGKAH PERTAMA menuju pelanggaran yang lebih besar.
Implikasi (Renungan dan Hikmah, 1)
- Mereka tidak membunuh. Tidak menyembah berhala. Hanya mencari ikan di hari yang dilarang. Pelanggaran kecil, tapi hukumannya luar biasa besar: diubah menjadi kera. Mengapa? Karena MEREMEHKAN yang kecil adalah akar dari semua dosa besar. Orang yang menghormati batas-batas kecil tidak akan melanggar yang besar. Tapi orang yang menganggap remeh perintah kecil sedang MELATIH dirinya untuk mengabaikan perintah apa pun, dan suatu hari, ia akan melanggar yang besar tanpa merasa bersalah.